Showing posts with label Artikel Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Artikel Pendidikan. Show all posts

Tuesday, 29 October 2013

PEMBELAJARAN KOOPERATIF



Oleh:
Nanang Sutrisno
Pendahuluan
Laju perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang semakin pesat pada era modern ini perlu direspon oleh kinerja pendidikan yang profesional dan berkualitas. Mutu pendidikan yang demikian menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan untuk mendukung terbentuknya insan-insan yang cerdas secara komprehensif dan mampu bersaing secara terbuka di era global. Dalam hal itu kinerja pendidikan menuntut adanya pembenahan dan penyempurnaan terhadap aspek substansif yang mendukungnya, yaitu kurikulum, guru, dan individu yang dibentuk untuk menjadi produk pendidikan yaitu siswa. Aktualisasi pembenahan aspek-aspek pendidikan menuntut siswa untuk mampu melakukan dekonstruksi terhadap cara belajar yang selama ini dilakukan dengan cara tradisional yang kurang efektif, sehingga dibutuhkan sebuah strategi belajar baru yang mampu menunjang peserta didik untuk meraih prestasi yang optimal.

Saturday, 19 May 2012

MEKANISME PENYUSUNAN KTSP



Oleh : Nanang Sutrisno


Berikut ini merupakan beberapa mekanisme dari penyusunan KTSP, yaitu:

1.      Pembentukkan Tim Kerja
Dalam rangka pengembangan KTSP setiap satuan pendidikan perlu membentuk tim pengembang kurikulum. Tim pengembang terdiri dari guru, kepala sekolah, guru pembimbing, komite sekolah, dan dalam hal tertentu dapat melibatkan orang tua atau peserta didik.

2.      Penyusunan Draf[1]
Setelah terbentuk tim pengembang KTSP, selanjutnya mengembangkan draf KTSP yang lengkap mulai dari perumusan visi dan misi satuan pendidikan sampai pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), yang siap diaktualiasikan[2] dalam pembelajaran.

3.      Revisi[3] dan Finalisasi[4]
Penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja sekolah/madrasah dan/atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam

Thursday, 17 May 2012

Sekilas Mengenal Peran Kedokteran Forensik

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai peristiwa yang terjadi ditanah air seperti kecelakaan pesawat, pencurian organ, bom bunuh diri, mutilasi dan pemerkosaan seakan tidak pernah lepas dari cabang ilmu kedokteran forensik. Ilmu kedokteran yang satu ini dikenal juga sebagai ilmu kedokteran kehakiman.  

Tugas dari kedokteran forensik adalah membantu proses peradilan pihak yang berperkara khususnya hakim untuk membuat jelas jalannya perkara dan supaya hakim bisa memutuskan lebih tepat, adil dan benar. Saat ini dikenal ada dua mainstream ilmu kedokteran forensik yaitu patologi forensik (pemeriksaan terhadap jenazah) dan forensik klinik (pemeriksaan orang hidup).

Perbedaannya keduanya cukup jelas, di mana diagnosis untuk patologi forensik berdasarkan morfologi organ yang dilihat secara langsung termasuk mikroskopis. Sedangkan diagnosa untuk forensik klinik tidak hanya pada morfologi fisik, tetapi juga mengacu pada data fisiologis, dan riwayat penyakit.

Cara Baru Meningkatkan Kecerdasan Anak


Oleh: Edwin Dewayana, Kompasiana

Kecerdasan anak terbentuk dari warisan faktor genetik, pengaruh lingkungan dan metode meningkatkannya. Yang paling tidak pernah dibicarakan selama ini adalah faktor ketiga yaitu metode peningkatan kecerdasan by design. Metode yang paling dikenal tentunya adalah melalui sekolah, sedangkan metode-metode lainnya dengan menggunakan cara-cara permainan.
Kalau selama ini membaca buku diterima luas sebagai cara yang lebih efektif dalam meningkatkan kecerdasan, sebenarnya asumsi ini keliru. Menonton televisi - terutama film-film - lebih berhasil dalam meningkatka kecerdasan anak. Dengan menonton film, yang aktif tidak hanya indera mata dan otak seperti kalau membaca buku, tapi juga indera telinga. Pada saat menonton film, si anak akan melatih koordinasi multi-tasking antara indera mata, telinga dan otak sekaligus. Makin dini si anak mengenal film, makin cerdas anak itu.
Hal itu berlaku juga dalam mempelajari bahasa, misalnya Bahasa Inggris atau Mandarin. Kalau bisa teks Bahasa Indonesia di film-film tidak perlu dilihat sehingga lebih membiasakan telinga anak untuk menangkap kata-kata dalam bahasa asing.
Oleh karena itu, kampanye menonton film asing harus lebih gencar daripada kampanye membaca buku. Kelompok Kompas Gramedia juga perlu mengubah pusat aktivitas yang

KLONING DITINJAU DARI AGAMA BUDDHA

Awal bulan Maret 1997 lalu, dunia kembali dihangatkan oleh isyu kloning. Malah, tak berlebihan bila dikatakan isyu ini menggegerkan dunia. Betapa tidak, bila kloning (pada manusia) kelak berhasil dilaksanakan maka seluruh peradaban manusia akan berubah secara sangat dramatis. Bagaimana pandangan agama Buddha?.

ILMU ALAMIAH DASAR


Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.

       A.    MANUSIA YANG BERSIFAT UNIK
Ciri-ciri manusia
a.       Organ tubuhnya kompleks dan sangat khusus, terutama otaknya
b.      Mengadakan metabolisme atau pertukaran zat, (ada yang masuk dan keluar)
c.       Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar
d.      Memiliki potensi untuk berkembang biak
e.       Tumbuh dan bergerak
f.       Berinteraksi dengan lingkungannnya
g.      Sampai pada saatnya mengalami kematiian

Manusia adalah makhluk yang lemah dibanding makhluk lain namun dengan akal budinya dan kemauannya yang sangat kuat maka manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan ilmu pengetahuan dan  teknologi manusia dapat hidup dengan lebih baik lagi. Akal budinya dan kemauannya yang sangat kuat itulah sifat unik dari manusia.

PENERAPAN UDĀYĪ SUTTA DALAM PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA



 Oleh: Nanang Sutrisno

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan tenaga guru agama Buddha semakin tercukupi. Hal ini ditunjang dengan semakin banyaknya perguruan-perguruan tinggi agama Buddha yang bermunculan di Indonesia. Namun, sudahkah para pendidik tersebut mengetahui bagaimana seharusnya memberikan pelajaran kepada peserta didik sesuai dengan anjuran Buddha?


Pendidikan merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat Buddhis di Indonesia. Mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) pelajaran agama Buddha telah dimasukkan ke dalam daftar mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik.
Pengadaan pelajaran agama Buddha di sekolah-sekolah merupakan hal yang sangat penting. Karena pelajaran tersebut selain memberikan pengetahuan tentang agama Buddha kepada para peserta didik secara teoritis, juga sebagai sarana untuk menanamkan sifat-sifat baik pada diri peserta didik melalui pelajaran tentang moralitas Buddhis yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal untuk menjalani kehidupan dimasa mendatang.